Kementerian BUMN: Ada Aroma Tidak Sedap di Anak Usaha PLN. Pembubaran Anak Usaha Sedang Dikaji

- Jumat, 14 Januari 2022 | 22:35 WIB
Ilustrasi pekerja di proyek SUTET milik PLN (pln.co.id)
Ilustrasi pekerja di proyek SUTET milik PLN (pln.co.id)

HALLO BISNISNEWS - Kementerian BUMN (Badan Usaha Milik Negara) mencium aroma permainan dalam pengadaan batubara untuk mensuplai pembangkit listrik yang dilakukan oleh PT PLN Batubara.

Hal itu terjadi karena pengadaan batubara oleh anak usaha PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN dilakukan dengan membeli batubara dari produsen lalu kemudian dijual lagi kepada PLN dengan terlebih dahulu mengambil margin.

Padahal seharusnya kehadiran PLN Batubara menjadi penopang bisnis induknya, namun yang terjadi justru PLN Batubara membebani bisnis induk usaha.

Baca Juga: Ini Tanggapan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) Atas Pertanyaan BEI Soal Tagihan Kreditur

“Soal nanti apakah di sana ada banyak permainan atau nggak itu nanti hasil audit kita akan jelas, nanti tunggu saja. Yang pasti nanti kita akan transparan soal itu,” ujar Staf Khusus Menteri BUMN , Arya Sinulingga, dalam pernyataannya kepada awak media, Jumat, 14 Januari 2022.

Oleh sebab itu, tambahnya, upaya pembubaran PLN Batubara menjadi opsi yang sangat logis bagi PLN agar terjadi efisiensi usaha. Terlebih beban utang PLN sangat besar hingga Rp430 triliun. Arya menegaskan bahwa pembubaran tidak bisa dilakukan secara serta merta. Harus diawali dengan kajian secara teknis secara mendalam.

“Sekarang kami lagi kaji secara teknis untuk pembubarannya, kan kita perlu itu. Kita harus hitung jumlah asetnya seberapa banyak dan lain sebagainya,” sambung Arya.

Baca Juga: KPI Penerima PMN Upaya Dorong Pencapaian Target dan Transparansi Publik

Ia mengklaim bahwa Kementerian BUMN sedang fokus dalam upaya menyehatkan BUMN agar nantinya benar-benar menjadi penopang ekonomi nasional. Salah satu bentuk penyehatan adalah membersihkan BUMN yang dianggap tidak profitable dan justru malah membebani usaha dari induknya.

“Saat ini efisiensi yang kita lakukan seperti membubarkan anak usaha yang menghambat proses bisnis atau lainnya itu adalah hal yang biasa,” pungkas dia. ***

Halaman:

Editor: Agustaman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rahasia Sukses Biji Kakao Jembrana yang Mendunia

Sabtu, 1 Januari 2022 | 13:58 WIB
X