Menkeu Sri Mulyani Beberkan 7 Agenda Prioritas Finance Track Presidensi Indonesia di G20 2022

- Rabu, 15 September 2021 | 14:28 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani berpidato secara visual (kemenkeu.go.id)
Menteri Keuangan Sri Mulyani berpidato secara visual (kemenkeu.go.id)

HALLO BISNISNEWS -Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani paparkan tujuh agenda yang akan dibahas Indonesia dalam Presidensi Indonesia di G20 tahun 2022 mendatang.

"Presidensi G20 Indonesia merupakan momentum strategis mempromosikan pemulihan ekonomi dunia yang inklusif dan komitmen penanggulangan perubahan iklim. Dalam Presidensi G20 Indonesia nanti pada finance track akan dibahas tujuh agenda yang berfokus pada penanganan isu-isu global terkini," unkap Menkeu Sri Mulyani dalam konferensi pers daring mengenai Presidensi Indonesia di G20 Tahun 2022, Selasa, 14 September 2021.

Menurutnya, agenda pertama dan yang penting adalah negara-negara G20 akan membahas bagaimana berkoordinasi untuk memulihkan ekonomi global. Temanya Recover Together and Recover Stronger.

Untuk bisa pulih bersama dan pulih menjadi lebih kuat, sambung Sri Mulyani, dibutuhkan koordinasi policy global.

Baca Juga: Percepat Penanggulangan Karhutla, Kapolri Launching ASAP Digital Nasional

Disini yang paling sering akan dibahas adalah kapan negara-negara terutama di G20 yang semuanya melakukan kebijakan extraordinary di bidang fiskal dan moneter akan mulai menetapkan melakukan exit policy, yaitu mengurangi intervensi kebijakan makro yang luar biasa dan pasti tidak suistainable secara bertahap dan terkoordinasi.

Koordinasi exit policy perlu dilakukan agar pertumbuhan ekonomi di masing-masing negara dan pertumbuhan ekonomi global akan bisa sustainable atau terus berlangsung.

Tantangan yang muncul adalah bagaimana desain dan kapan negara-negara G20 akan bersama-sama mulai melakukan kebijakan exit, dimana setiap negara memiliki pemulihan ekonomi yang berbeda-beda baik dari sisi kecepatan maupun dari sisi seberapa merata pemulihan ekonomi itu terjadi.

“Yang kedua, tentu bagaimana semua negara akan melihat dampak Covid yang tidak hanya di bidang kesehatan, ini yang disebut ada dampak scaring atau luka dari perekonomian akibat terjadinya Covid".

Baca Juga: KD Luruskan Disinformasi di Masyarakat Soal Dana Reses dalam Tayangan YouTube Akbar Faizal

Halaman:

Editor: Agustaman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X