Satu Dasawarsa OJK, Sektor Keuangan Terjaga dan Stabil. Pasar Modal Catat Indeks Tertinggi Sepanjang Sejarah

- Kamis, 25 November 2021 | 15:55 WIB
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) (facebook.com/Otoritas Jasa Keuangan)
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) (facebook.com/Otoritas Jasa Keuangan)

HALLO BISNISNEWS - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai, sejauh ini sektor jasa keuangan tetap tercatat stabil dan melanjutkan tren pertumbuhan, bahkan nilai penghimpunan dana di pasar modal per 22 November 2021 mengalami pertumbuhan hingga 300,7 persen (year-on-year).

Berdasarkan hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) periode November 2021 yang dikutip Kamis, 25 November 2021, penghimpunan dana di pasar modal hingga 22 November 2021 mencapai Rp312,4 triliun atau meningkat 300,7 persen (y-o-y).

Laporan RDKB OJK menyebutkan, saat ini jumlah perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) dan sudah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebanyak 43 emiten, termasuk pencatatan perdana saham BINO dan DEPO. “Hal ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia masih baik”.

OJK juga mencatat bahwa sektor jasa keuangan tetap stabil dan terus bertumbuh, tercermin dari semakin meningkatnya fungsi intermediasi di sektor perbankan maupun industri keuangan nonbank (IKNB).

Baca Juga: Prancis Siap Kucurkan 520 Juta Euro Untuk Percepat Transisi Energi Hijau di Indonesia

OJK mengaku, kinerja sektor keuangan yang terjaga tersebut sejalan dengan kerja pengawasan yang dilakukan OJK, serta relatif terkendalinya pandemi Covid-19 dan meningkatnya mobilitas yang berdampak pada peningkatan aktivitas perekonomian.

Rapat Dewan Komisioner Bulan November 2021 juga mencatat, aktivitas perekonomian global semakin pulih, namun tetap perlu dicermati tren kenaikan kasus positif Covid-19 di kawasan Eropa yang kembali berujung pada peningkatan pembatasan mobilitas masyarakat.

“Selain itu, perlu juga dicermati dampak tapering off yang dilakukan oleh AS dan rencana normalisasi kebijakan ekonomi dan moneter di beberapa negara ekonomi utama dunia seiring kenaikan inflasi yang persisten”.

Sampai dengan akhir September 2021, OJK menyebutkan bahwa indikator perekonomian domestik menunjukkan pemulihan.

Baca Juga: Menko Luhut: Inggris Siap Investasi di Industri Baterai Mobil Listrik Indonesia

Halaman:

Editor: Agustaman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wapres Dorong Program KNEKS Beri Hasil Nyata

Senin, 29 November 2021 | 21:10 WIB
X