ICDX Optimis Perdagangan Berjangka Komoditi 2022 Aalami Pertumbuhan

- Kamis, 13 Januari 2022 | 22:35 WIB
Logo ICDX (Dok.ist)
Logo ICDX (Dok.ist)

HALLO BISNISNEWS - Sepanjang 2021 volume Perdagangan Berjangka Komoditi di ICDX mencapai lebih dari lima juta lot, dengan total nilai transaksi yang mencapai lebih dari Rp7.400 Triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan jika dibandingkan tahun sebelumnya 2020.

“Melihat pertumbuhan ini, kami optimis tahun ini dapat mencapai pertumbuhan Perdagangan Berjangka Komoditi hingga 37% dari tahun 2021. Sejumlah rencana strategis telah ICDX siapkan untuk mendorong transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi, termasuk menambah jumlah pialang dan pedagang yang tergabung dalam ekosistem kami,” ujar Vice President of Membership ICDX, Yohanes F. Silaen pada konferensi pers Pembukaan Perdagangan Berjangka Komoditi 2022 yang diselenggarakan oleh ICDX (3/1/2022).

Plt. Kepala BAPPEBTI, Kementerian Perdagangan, Indrasari Wisnu Wardhana mengharapkan agar ICDX dapat terus berinovasi dalam mengembangkan kontrak-kontrak untuk menarik para pelaku usaha melakukan hedging, dan berinvestasi di Bursa Berjangka yang dapat meningkatkan transaksi multilateral.

Baca Juga: ICDX: Pajak Karbon Sebagai Langkah Awal Indonesia Mencapai Rendah Karbon

Lebih lanjut, Yohanes menyampaikan bahwa tahun ini ICDX akan meluncurkan setidaknya 20 kontrak baru yang masih menunggu persetujuan BAPPEBTI. Salah satunya adalah kontrak karet.

ICDX melihat kontrak baru ini akan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan Perdagangan Berjangka Komoditi ICDX di 2022. Karet sendiri merupakan salah satu komoditas terbesar Indonesia setelah minyak sawit.

Selain itu, dengan telah diberikannya mandat untuk ICDX menyelenggarakan Pasar Fisik Emas Digital pada tahun lalu juga menjadi faktor lain yang akan mendorong pertumbuhan Perdagangan Berjangka Komoditi tahun ini.

Baca Juga: Komitmen ICDX Group untuk Netral Karbon dan Menjadi Bursa Komoditi Net Zero Emission

“Kami menargetkan akan ada lima pedagang emas fisik secara digital yang terdaftar dalam ICDX untuk semester pertama 2022. Dengan terdaftarnya pedagang emas digital di ICDX akan memberikan transparansi harga, dan keamanan bagi pelanggan,” tambah Yohanes.***

Editor: Andy Jacob

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X