Laba Bersih Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Tumbuh 232,2 Persen di 2021 Jadi Rp10,89 Triliun

- Rabu, 26 Januari 2022 | 20:34 WIB
Gedung Menara BNI, Jakarta (bni.co.id)
Gedung Menara BNI, Jakarta (bni.co.id)

HALLO BISNISNEWS - Sepanjang 2021, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) membukukan laba bersih mencapai Rp10,89 triliun atau bertumbuh sebesar 232,2 persen (year-on-year).

Menurut Direktur Utama BBNI, Royke Tumilaar di Jakarta, Rabu, 26 Januari 2022, pencapaian laba bersih ini dihasilkan dari Pendapatan Operasional Sebelum Pencadangan (PPOP) yang bertumbuh 14,8 persen (y-o-y) menjadi Rp31,06 triliun.

Royke menyampaikan, pencapaian tersebut menjadi yang tertinggi dalam catatan kinerja keuangan BBNI atau lebih tinggi dari pendapatan operasional sebelum pandemi Covid-19. Upaya perbaikan kualitas kredit melalui monitoring, penanganan dan kebijakan yang efektif membuat cost of credit membaik menjadi 3,3 persen.

Peningkatan pendapatan operasional bank dihasilkan dari pertumbuhan kredit sebesar 5,3 persen (y-o-y) menjadi Rp582,44 triliun, Net Interest Margin (NIM) di level 4,7 persen dan pendapatan berbasis komisi (FBI) pada akhir 2021 tercatat bertumbuh 12,8 persen (y-o-y).

Baca Juga: Direktur Bank Mandiri: Pertumbuhan Ekonomi 2022 Akan Capai 5,17 Persen Asal Omicron Terkendali

“Kami menutup tahun 2021 dengan peningkatan laba bersih tiga kali lipat dari perolehan di 2020. Dan, kami yakin itu sudah berada di atas ekspektasi pasar. Kami pun sepenuhnya memahami bahwa ada ruang untuk peningkatan lebih baik lagi ke depan,” papar Royke.

Lebih jauh Royke melanjutkan, pendorong utama kredit di 2021 adalah penyaluran di sektor Business Banking, terutama pembiayaan ke segmen Korporasi Swasta yang bertumbuh 7,6 persen (y-o-y) menjadi Rp180,4 triliun, segmen Large Commercial berumbuh 10,4 persen (y-o-y) menjadi Rp40,9 triliun.

Bahkan, kata Royke, segmen kecil juga bertumbuh 12,9 persen (y-o-y) dengan nilai kredit Rp95,8 triliun. Secara keseluruhan, kredit di sektor Business Banking ini bertumbuh 4,5 persen (y-o-y) menjadi Rp482,4 triliun.

Sementara itu, pada sektor Consumer, kredit terbesar yang bertumbuh adalah kredit payroll, yaitu naik 18,3 persen (y-o-y) menjadi Rp35,8 triliun, kredit kepemilikan rumah (KPR) bertumbuh 7,7 persen (y-o-y) menjadi Rp49,6 triliun. Secara keseluruhan, kredit konsumer bertumbuh 10,1 persen (y-o-y) menjadi Rp99 triliun.

Baca Juga: OJK Larang Lembaga Jasa Keuangan Layani Fasilitasi Perdagangan Aset Kripto

Halaman:

Editor: Agustaman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Phapros Ramaikan Ajang MotoGP Mandalika

Senin, 21 Maret 2022 | 14:38 WIB

Terpopuler

X