IPO PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) Akan Digelar Medio Februari

- Kamis, 27 Januari 2022 | 17:30 WIB
PT Adhi Commuter Properti Tbk ( ADCP ) berencana melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) selama periode 15-21 Februari 2022, dengan jumlah saham sebanyak-banyaknya 8.011.204.500 lembar. (lrtcity.com)
PT Adhi Commuter Properti Tbk ( ADCP ) berencana melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) selama periode 15-21 Februari 2022, dengan jumlah saham sebanyak-banyaknya 8.011.204.500 lembar. (lrtcity.com)

HALLO BISNISNEWS -PT Adhi Commuter Properti Tbk ( ADCP ) berencana melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) selama periode 15-21 Februari 2022, dengan jumlah saham sebanyak-banyaknya 8.011.204.500 lembar.

Berdasarkan Prospektus IPO ADCP yang dipublikasi di Jakarta, Kamis, 27 Januari 2022, jumlah saham sebanyak 8,01 miliar lembar tersebut bernilai nominal Rp100 per saham atau setara dengan 28,6 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah IPO.

Adapun harga penawaran awal saham ADCP berkisar Rp130-200 per saham, sehingga pada aksi korporasi ini perseroan bisa meraup dana masyarakat melalui pasar modal sekitar Rp1,04 triliun-Rp1,6 triliun.

Pada aksi korporasi ini, manajemen ADCP menunjuk empat penjamin pelaksana emisi Efek, yakni PT Bahana Sekuritas, PT CIMB Niaga Sekuritas, PT Maybank Sekuritas Indonesia, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia dan PT Sucor Sekuritas.

Baca Juga: Net TV Resmi IPO, Raih Dana Segar Rp149 Miliar Dari Penjualan 4,37 Persen Sahamnya

Masa penawaran awal saham ADCP (book building) dilakukan selama kurun 27 Januari-7 Februari 2022, sedangkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan bisa diperoleh pada 14 Februari 2022.

Adapun tanggal penjatahan saham diperkirakan bisa dilakukan pada 21 Februari 2022, sedangkan pendistribusian saham secara elektronik (Tanggal Emisi) diharapkan terlaksana pada 22 Februari 2022 dan pencatatan saham di BEI direncanakan pada 23 Februari 2022.

Rencananya, dana hasil IPO —setelah dikurangi biaya-biaya emisi— akan digunakan untuk pengembangan proyek eksisting dan proyek recurring sebesar 45 persen, sedangkan sebesar 35 persen untuk melakukan akuisisi atau pengembangan lahan baru dan sisanya sebesar 20 persen untuk pembayaran kembali sebagian pokok obligasi. ***

Editor: Agustaman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Phapros Ramaikan Ajang MotoGP Mandalika

Senin, 21 Maret 2022 | 14:38 WIB

Terpopuler

X