Bendungan Randugunting Blora Mulai Diairi November 2021

- Senin, 25 Oktober 2021 | 14:44 WIB
Proyek bendungan Randugunting, Blora (pu.go.id)
Proyek bendungan Randugunting, Blora (pu.go.id)

HALLO BISNISNEWS - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah melakukan tahap akhir pembangunan Bendungan Randugunting yang berada di Desa Kalinanana Kecamatan Japah, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Dengan selesainya konstruksi bendungan ini akan mendukung peningkatan irigasi premium yakni irigasi yang mendapatkan air bersumber dari bendungan untuk mengairi areal pertanian di wilayah kering Kabupaten Blora dan Rembang.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan Bendungan Randugunting merupakan salah satu Program Strategis Nasional (PSN) di bidang Sumber Saya Air dalam mendukung ketersediaan air dan ketahanan pangan di Provinsi Jawa Tengah.

"Kunci dari pertanian adalah ketersediaan air. Kita ingin tingkatkan produktivitasnya dengan ketersediaan air yang berkelanjutan dari bendungan," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Minggu, 24 Oktober 2021.

Baca Juga: Bank Indonesia: Uang Beredar Tumbuh Meningkat pada September 2021

Kepala SNVT Pembangunan Bendungan BBWS Pemali Juana I Gusti Ngurah Carya Andi Baskara mengatakan pembangunan bendungan Randugunting utamanya diperlukan untuk menjaga ketersediaan air di daerah Blora yang terkenal memiliki intensitas hujan rendah.

Bendungan ini dibangun untuk menangkap air Daerah Aliran Sungai (DAS) Randugunting di Wilayah Sungai (WS) Jratunseluna selanjutnya dikendalikan agar dapat dimanfaatkan pada saat dibutuhkan, khususnya mengairi lahan irigasi pada musim kemarau.

"Rata-rata curah hujan di sini berkisar antara 2.000-3.000 mm per tahun, berbeda dengan Bogor yang memiliki curah hujan sekitar 5.000 mm per tahun. Jadi fungsi utama bendungan ini memang untuk menjaga ketersediaan air irigasi, khususnya di daerah-daerah kering di Blora dan Rembang," ujar Gusti.

Bendungan Randugunting memiliki luas genangan 187,19 hektare dengan kapasitas tampung 14,42 juta m3 untuk mengairi lahan pertanian di Kabupaten Blora dan Rembang melalui Daerah Irigasi (DI) Kedungsapen seluas 630 hektare dengan pola tanam padi-padi-palawija.

Baca Juga: Kemendag dan Astra International Lepas Satu Kontainer Kopi Aceh Gayo Arabica ke Inggris Senilai Rp1,4 M

Halaman:

Editor: Agustaman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sambut Event G20 Mendatang, TMII Bakal Dipercantik

Rabu, 19 Januari 2022 | 19:40 WIB

Terpopuler

X