Jokowi Apresiasi Capaian Pemulihan Aset dan Dorong Pembentukan UU Perampasan Aset Tindak Pidana

- Kamis, 9 Desember 2021 | 15:16 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan pada Hari Antikorupsi Sedunia Tahun 2021 di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, pada Kamis, 9 Desember 2021. (BPMI Setpres/Rusman)
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan pada Hari Antikorupsi Sedunia Tahun 2021 di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, pada Kamis, 9 Desember 2021. (BPMI Setpres/Rusman)

HALLO BISNISNEWS - Pemulihan aset dan peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) diperlukan guna menyelamatkan dan memulihkan keuangan negara, serta memitigasi pencegahan korupsi sejak dini. Presiden Joko Widodo pun mengapresiasi capaian pemulihan aset dan peningkatan PNBP yang telah dilakukan oleh aparat penegak hukum.

“Di semester pertama tahun 2021 misalnya, Kejaksaan Agung berhasil mengembalikan kerugian negara dari penanganan kasus korupsi sekitar Rp15 triliun dan tadi jumlah yang lebih besar juga disampaikan oleh Ketua KPK yang telah dikembalikan kepada lewat KPK,” ujar

Presiden saat memberikan sambutan pada Hari Antikorupsi Sedunia Tahun 2021 di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, pada Kamis, 9 Desember 2021.

Terkait pemulihan aset, Presiden mendorong untuk segera ditetapkan Undang-Undang Perampasan Aset Tindak Pidana. Regulasi tersebut diperlukan agar penegakan hukum yang berkeadilan dapat terwujud secara profesional, transparan, dan akuntabel, serta dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: PT Pan Brothers Tbk Berjuang di Pengadilan Tinggi Singapura Untuk Permohonan Moratorium

Selain itu, Kepala Negara mendorong KPK dan Kejaksaan Agung agar secara maksimal menerapkan dakwaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) untuk memastikan terpidana mendapatkan sanksi yang tegas.

“Dan yang terpenting untuk memulihkan kerugian keuangan negara,” tambahnya.

Indonesia juga telah memiliki sejumlah kerja sama internasional dalam hal pengembalian aset tindak pidana seperti perjanjian tentang bantuan timbal balik dalam masalah pidana yang disepakati bersama dengan Konfederasi Swiss dan Rusia.

Presiden Jokowi menyebut, kedua negara tersebut siap untuk membantu penelusuran, pembekuan, penyitaan, dan perampasan aset hasil tindak pidana di luar negeri.

Baca Juga: Kesadaran Masyarakat Akan Proteksi Diri Lewat Asuransi Jiwa Meningkat 11,5 Persen di Kuartal III 2021

Halaman:

Editor: Agustaman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sambut Event G20 Mendatang, TMII Bakal Dipercantik

Rabu, 19 Januari 2022 | 19:40 WIB

Terpopuler

X