Sambangi Tapal Batas di Laut Natuna, Menko Polhukam Himpun Banyak Masukan

- Kamis, 25 November 2021 | 19:59 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD dan Mendagri Tito Karnavian berdialog dengan aparat TNI di markas Satuan Tugas Pengamanan Pulau Terluar (Satgas Pamputer) XXIII, Pulau Sekatung, Rabu (24/11). (zonakepri.com)
Menko Polhukam Mahfud MD dan Mendagri Tito Karnavian berdialog dengan aparat TNI di markas Satuan Tugas Pengamanan Pulau Terluar (Satgas Pamputer) XXIII, Pulau Sekatung, Rabu (24/11). (zonakepri.com)

HALLO BISNISNEWS - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Moh. Mahfud MD menghimpun berbagai masukan dan persoalan yang ada di perbatasan negara bagian utara, khususnya perairan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Menko Polhukam yang juga Ketua Pengarah Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) didampingi Menteri dalam Negeri Tito Karnavian sebagai Kepala BNPP, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I, Panglima Armada (Pangkoarmada) I, Gubernur Kepri dan Bupati Natuna, menegaskan bahwa sesuai arahan presiden akan terus merawat dan mempertahankan habis-habisan wilayah NKRI.

“Banyak yang kami peroleh, pertama tentang situasi di daerah terluar, Alhamdulillah terpelihara, tentu kami dapat masukan untuk perbaikan-perbaikan,” ujar Menko Polhukam usai gelar beberapa pertemuan di markas Satuan Tugas Pengamanan Pulau Terluar (Satgas Pamputer) XXIII, Pulau Sekatung, Rabu (24/11).

Bersama Satgas Pamputer, Menko Polhukam menyempatkan meninjau beberapa fasilitas prajurit yang bertugas di Pulau terdepan tersebut.

Baca Juga: Prancis Siap Kucurkan 520 Juta Euro Untuk Percepat Transisi Energi Hijau di Indonesia

Selain itu, di Pulau Laut yang tak jauh dari Pulau Sekatung ini, Menko Polhukam mengendarai sepeda motor, berkeliling menyambangi fasilitas kesehatan masyarakat dan berdialog dengan masyarakat di Kantor Camat Pulau Laut.

“Kami mendapat info tentang pengelolaan, terkait perlunya infrastruktur dan sebagainya untuk ditambah, tapi sekaligus kami dengar dari masyarakat dan koordinasi dengan pemerintah setempat tentang tugas membangun daerah mana yang dilakukan oleh Camat, mana yang dilakukan oleh Bupati, mana yang dilakukan oleh Gubernur, BNPP, atau pemerintah pusat,” sambung Menko Polhukam.

Menko Polhukam kembali menegaskan, kehadirannya di perairan Natuna adalah salah satu upaya dalam merealisasikan komitmen presiden, yaitu menghadirkan negara di wilayah terluar atau wilayah terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Saya bersama Mendagri beserta rombongan hadir disini sebagai pengemban mandat pengelola perbatasan Natuna ini banyak pulau terluar, bagian dari area yang harus kami kelola dan jaga di BNPP,” papar mantan Menteri Pertahanan tersebut.

Baca Juga: Kementerian Kominfo: IndosatM2 (IM2) Akan Berhenti Beroperasi Secara Total Akhir November 2021

Halaman:

Editor: Agustaman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kejagung Proses Eksekusi Denda Terhadap IM2

Kamis, 18 November 2021 | 21:35 WIB

KPK Tangkap Tangan Suap Proyek di Musi Banyuasin

Senin, 18 Oktober 2021 | 23:54 WIB
X