Kepala BNPT Sebut 600 Akun Berpotensi Radikal di Dunia Maya, Dari Anti Pancasila Sampai Paham Takfiri

- Selasa, 25 Januari 2022 | 15:21 WIB
Ilustrasi social media.  (digitalresellers.com.au)
Ilustrasi social media. (digitalresellers.com.au)

HALLO BISNISNEWS - Setidaknya ada 600 akun berpotensi radikal yang diawasi di dunia maya (internet) oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

"Kami mencatat setidaknya ada 600 akun berpotensi radikal," kata Kepala BNPT Boy Rafli Amar dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (25/1).

Akun tersebut berisikan 650 konten propaganda. Dari angka itu, 409 konten bersifat umum atau konten bersifat informasi serangan, 147 konten anti dengan NKRI, 85 konten anti-Pancasila, tujuh konten intoleran, dan dua konten berkaitan dengan paham takfiri.

Baca Juga: Indonesia dan Singapura Sepakati Perkuat Kerja Sama Pemulihan Ekonomi

"Ada 40 konten karena pendanaan terorisme di dunia maya yang cukup dominan akhir-akhir ini," ungkap Boy, seperti dikutip dari Antara.

Selain itu, ada 13 konten berkaitan dengan pelatihan. Pengawasan itu, kata Boy, bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya kepolisian, BSSN, BIN, TNI, dan Kominfo.

Boy menyebutkan terdapat lima tugas pokok BNPT berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018, yakni merumuskan, mengoordinasikan, serta melaksanakan kebijakan, strategi, dan program nasional di bidang kesiapsiagaan nasional, kontraradikalisasi, dan deradikalisasi.

Baca Juga: Hutama Karya Tawarkan Investasi Pada 7 Aset Persediaan Properti

Selanjutnya, mengoordinasikan antarpenegak hukum dalam penanggulangan terorisme; mengoordinasikan pemulihan korban; merumuskan, mengoordinasikan, dan melaksanakan kebijakan, strategi, dan program nasional penanggulangan terorisme di bidang kerja sama internasional.

BNPT juga menjadi pusat analisis dan pengendalian krisis yang berfungsi sebagai fasilitas bagi Presiden untuk menetapkan kebijakan dan langkah penanganan krisis, termasuk pengerahan sumber daya dalam menangani terorisme.***

Halaman:

Editor: Agustaman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Advokat Ditahan Kejagung, Peradi Ajukan Praperadilan

Kamis, 30 Desember 2021 | 20:21 WIB

Satgas BLBI Sita Aset Grup Texmaco, Ini Daftarnya

Minggu, 26 Desember 2021 | 12:38 WIB

Terpopuler

X