MenkopUKM Teten Masduki Pastikan Debitur KUR Korban Erupsi Semeru Dapat Perlakuan Khusus

- Selasa, 7 Desember 2021 | 17:46 WIB
MenkopUKM Teten Masduki Pastikan Debitur KUR Korban Erupsi Semeru Dapat Perlakuan Khusus (kemenkopukm.go.id)
MenkopUKM Teten Masduki Pastikan Debitur KUR Korban Erupsi Semeru Dapat Perlakuan Khusus (kemenkopukm.go.id)

HALLO BISNISNEWS - Erupsi Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengakibatkan banyak warga terdampak bencana tersebut, termasuk pelaku UMKM.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan telah menginstruksikan jajarannya segera melakukan inventarisasi terhadap pelaku UMKM di wilayah terdampak bencana khususnya pelaku usaha yang memiliki pembiayaan KUR.

“Kami segera melakukan koordinasi dengan Kemenko Perekonomian, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan untuk mengetahui pelaku UMKM yang menjadi debitur KUR yang terdampak bencana. Dengan demikian secepatnya dapat dilakukan restrukturisasi kredit terhadap pelaku usaha terdampak bencana,” kata Teten dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/12) .

Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 45/2017 tentang Perlakuan Khusus Terhadap Kredit atau Pembiayaan Bank Bagi Daerah Tertentu di Indonesia yang Terkena Bencana Alam, alternatif yang dapat ditempuh untuk meringankan atau menyelesaikan persoalan kredit perbankan yang dialami UMKM korban bencana alam dengan memberikan Perlakuan Khusus Untuk Debitur KUR Terdampak Bencana.

Baca Juga: Pasar Santa Jadi Contoh Nyata Transformasi Digital Pelaku Usaha Mikro oleh Pemilik Pasar

Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM Eddy Satriya mengatakan bentuk restrukturisasi yang dapat dilakukan, yakni pertama, perpanjangan jangka waktu kredit.

"Terhadap debitur KUR yang terdampak dapat diberikan perpanjangan jangka waktu dengan mempertimbangkan kondisi dan prospek usaha, cashflow, serta kemampuan membayar debitur," kata Eddy.

Kedua, restrukturisasi dengan perpanjangan jangka waktu kredit dilakukan pada kredit yang sama dan tidak diperkenankan untuk penambahan tunggakan bunga ke pokok pinjaman (plafondering).

"Mengingat saat ini, sistem SIKP belum dapat mengakomodir penambahan outstanding dalam rekening yang sama," kata Eddy.

Baca Juga: Menkop Teten Masduki Minta Pendekatan Rantai Pasok Menjadi Skema Pembiayaan Bank Bagi UMKM

Halaman:

Editor: Agustaman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X