LPEI Bangun Desa Devisa Kluster Udang, Dorong Pertumbuhan Ekspor Jawa Timur

- Senin, 18 Juli 2022 | 13:32 WIB
LPEI kembangkan Desa Devisa cluster Udang di area Jawa Timur. (dok.lpei)
LPEI kembangkan Desa Devisa cluster Udang di area Jawa Timur. (dok.lpei)

HALLO BISNISNEWS – Produk udang dan olahannya asal Jawa Timur, Indonesia, berpotensi besar memenuhi kebutuhan pasar global. International Trade Center mencatat nilai ekspor Perikanan Dunia di pasar global 2021 mencapai USD164,24 miliar, naik 15,34% yoy.

Selama lima tahun terakhir (2017-2021) ekspor Perikanan Dunia secara rata-rata meningkat 3,23% per tahun. Secara spesifik untuk produk udang dan olahannya, pada tahun 2021 mencapai USD48,36 miliar, meningkat 26,27% yoy pada 2021.

Dalam lima tahun terakhir (2017-2021) juga ekspor udang dan olahannya dunia secara rata-rata meningkat 4,91 % per tahun.

Baca Juga: LPEI Gencarkan Pengembangan Desa Devisa untuk Jangkau Pasar Kopi Dunia

Indonesia menjadi salah satu negara pengekspor komoditas perikanan dan menempati peringkat 11 dunia, selain itu juga menguasai pangsa pasar ekspor sebesar 3,2% pada 2021 atau mencapai USD5,26 miliar.

Adapun lima negara pengekspor utama komoditas perikanan di dunia adalah Tiongkok, Norwegia, Vietnam, India dan Kanada. 

Kepala Divisi IEB Institute, Rini Satriani menjelaskan, khusus untuk produk udang dan olahannya, Indonesia mampu menempati peringkat keenam setelah India, Ekuador, Tiongkok, Kanada dan Vietnam.

Baca Juga: LPEI Gandeng Kadin Beri Pelatihan Ekspor Garap Pasar Global

Nilai ekspor udang dan olahannya Indonesia pada 2021 mencapai USD2,92 miliar atau berkontribusi 6,03% terhadap total ekspor udang dan olahannya dunia pada 2021.

Jika dibandingkan terhadap total ekspor perikanan Indonesia, maka ekspor udang dan olahannya Indonesia berkontribusi sebesar 55,41%.

Halaman:

Editor: Hans Dante

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X